Merancang Program Pensiun Pribadi

Setelah pengurusan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek selesai, sempat saya berpikir untuk menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan konsumsi dan sejenisnya. Tapi..tapi, saya kuatkan emosi bahwa dana ini adalah untuk dana pensiun saya di hari tua!!Jika tidak sekarang kapan lagi bisa nabung untuk persiapan pensiun…??

Dan lalu saya mengalokasikan 75% untuk dana pensiun dan 25% untuk masuk ke rekening tabungan saya. Cukup fair bagi saya, karena biar bagaimanapun dana ini bisa juga dialokasikan ke tabungan sebagai persiapan untuk beli rumah dsb.

Hmm..alokasi dana secara global sudah.., kemudian saya berpikir untuk bagaimana supaya penempatan dana pensiun saya bisa maksimal dari segi return ato bunganya.

  • Taruh di tabungan..bunganya kecil (Rata2 asumsi 3% per tahun)
  • Taruh di Deposito berjangka..bunganya juga kecil ( Rata2 asumsi 6% per tahun)
  • Nyimpen di bawah bantal..wuuaa..apalagi, risiko di gondol maling ..bisa kejadian ntar malem,huwwwaaa !!!

Kemudian saya berpikir kenapa gak nyoba maen di pasar modal/uang yak?Kenapa gak bermain di Reksadana yak…pemikiran tsb membawa saya ke eksplorasi ttg A-Z nya reksdana. Ada banyak web-link sih yg sudah saya liat..tapi diantaranya yg bagus2 dan banyak memberikan saya inspirasi adalah :

Pembalajaran Reksadana

Yg saya dapatkan adalah pengertian :

1. Investasi di pasar uang/modal adalah jangka panjang

Investasi di pasar uang/modal adalah investasi jangka panjang, karena sifatnya volatile naik-turun. Return maksimal bisa kita dapatkan jika penempatan dana kita sifatnya long term investment (jangka panjang)..wah cocok nih dengan tujuan persiapan dana pensiun saya!!!

2. Investasi adalah tentang untung dan rugi (profit and lost)

Investasi apapun jenisnya apakah itu buka toko, bisnis kos, rumah makan, saham dsb..pasti ada risikonya. Biasanya pengelompokannya adalah sbb:

  • Low Risk – Low Return
  • Middle Risk – Middle Return
  • High Risk – High Return

Hnaa..investasi di pasar uang/modal juga mengikuti pola/pemikiran ini dalam hal penjualan produk reksadananya. Setelah mempertimbangkan untung ruginya plus tantangan mental plus keyakinan batin plus jampi2 ala kadarnya..maka saya memutuskan untuk menempatkan dana pensiun saya di group High Risk – High Return, yg kurang lebih sebagian besar penempatan investasinya ada di perdagangan saham.

Cari produk Reksadana unggulan

Setelah saya yakin bahwa pilihan penempatan dana pensiun saya (baca:investasi), adalah di produk Reksadana SAHAM. Kemudian yang saya lakukan adala produk reksadana apakah yang Return -nya paling tinggi, untuk itu saya mencari website yg banyak memfokuskan pada masalah investasi keuangan ini, diantaranya ialah:

Data dari InfoVesta per tgl 12.12.20077 Besar Top gain ReksaDana Saham dalam hal Return per tahun 2007 (year to year) adalah :

  1. Makinta Mantap = 125.6% ……………http://www.makintasec.com/bussiness.html
  2. Fortis Ekuitas = 89.72% ……………http://www.fortisinvestments.co.id/
  3. Pratama Saham = 84.9% ………….. (blom tau link nya euy)
  4. Reksadana Ekuitas Prima = 78.4% ……………. http://www.danareksa.com
  5. Mandiri Investa Atraktif = 73.6% ……………..http://mandiriinvestasi.co.id
  6. Bahana Dana Capital = 72.66% …………..http://www.danamas.com/REKSADANA/Bahana_MgrInvestasi.asp
  7. TRIM Capital = 72.17% …………..http://www.trimegah.com

Note:

produk Makinta Mantap cukup dahsyat sampe 125.6%. Hanya dalam menentukan produk reksadana pilihan kita, jangan terlalu terfokus dengan angka, tapi ingat high risk-high income, untuk meminimalisasikan tingkat risiko nya kita perlu tahu dulu investasi produk tersebut di alokasi kan kemana, ada gak isu2 yg berkaitan dengan produk tsb, kok bisa melesat jauh melebihi produk reksadana lainnya. Kebetulan untuk Makinta Mantap, ada link berita dari majalah Trus terkait dengan prestasinya tsb ..link berita

Pilih produk reksdana, setelah liat profil perusahaan nya!

Dari daftar top gainer diatas, mulailah saya mencoba untuk memilih produk reksadana dan perusahaan sekuritas yg terbaik buat saya dan keluarga. Berikut adalah hal2 yg saya pertimbangkan dalam pemilihan ini.

  • Profil Perusahaan sekuritas.

Untuk ngeliat apakah perusahaan ini bonafid ato reliable gag?Bisa dilihat dari jumlah total dana yg dikelola, aset perusahaan, apa bank custodiannya (semakin bagus perusahaannya bisa menggandeng bank custodian yg bonafid juga), kantornya dimana, pernah ada kasus gag?Bisa di cek di www.bapepam.go.id

  • Kemudahan bertransaksi seperti : penjualan, pembelian dan/atau top-up berkala

Hal ini penting, karena saya tidak mau bolak-balik pergi ke kantor perusahaan sekuritas tsb. Kemudahan akses dan pelayanan informasi yg fleksible sangat dibutuhkan, contohnya adanya website yg interaktif dari perusahaan tsb. Dan juga kemudahan proses dalam hal penjualan dan pembelian UP (unit penyertaan) saham. Dan juga kemudahan lainnya jika kita ingin top-up (penambahan investasi) secara berkala, entah itu bulanan, per semester, atau per tahun, disesuaikan dengan budget plan kita.

  • Biaya2 yg ada dan dibebankan ke customer dalam hal investasi ini berikut penalti jika ada

Perlu di ketahui juga, jenis2 biaya dan jumlahnya yg terkait dengan investasi kita, entah itu biaya administrasi, biaya pembelian, biaya investasi,biaya penjualan, biaya pengalihan dll. Termasuk juga apakah ada biaya penalty jika kita ingin menjual UP kita sebelum satu tahun atau dalam kurun waktu tertentu.

  • Fasilitas yg dapat diberikan terkait investasi kita,

Fasilitas yg kita perlukan untuk mengakses informasi investasi kita, pembelajaran investasi, customer gathering, rekening koran dll

  • Produk keuangan lainnya yg ditawarkan oleh perusahaan sekuritas terkait

Semakin banyak ragam produk yg ada pada satu perusahaan sekuritas, semakin bagus dari sisi keamanan investasi dan reputasinya. Kita juga dapat membandingkan produk satu dgn yg lainnya sebagai alternative investasi kita.

  • CSO nya ramah gag plus kece gag?Hi..hi..hik

Kalo yg ini gag perlu dikomentari..pokoke takarannya yang bisa bikin kita betah berlama2 untuk berdiskusi dgn CSO..ya diskusi investasi atawa diskusi nonton studio 21 juga boleh..wakakak

Akhirnya …

Rasanya cukup puas saya akhirnya bisa menentukan pilihan produk reksadana saya (maaf tidak bisa saya sebutkan, takut dikira promosi). Mudah2an dana pension saya dapat dikelola dengan baik dan dapat memberi manfaat untuk nantinya.

 

6 Responses to “Merancang Program Pensiun Pribadi”

  1. Yeyen Says:

    Saya lagi bingung juga nih untuk netapin dana pensiun saya akan dimasukin ke reksadana mana .

    Bagusnya yang mana yah ? soalnya agak ribet juga kalau mau top up harus datang ke tempatnya🙂
    Ada saran ?

    • Yulianto Says:

      Di perusahaankami ada yang namanya single premi selain untuk perencanaan dana pensiun kita juga mendapat proteksi kesehatan,dan untuk proses top upnya nasabah tidakusah repot harus datang kamilah yg akan membantu mengurus semua prosesnya (PRU) yulianto 08561638297

  2. harrypoe Says:

    Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini. Basically, saya bukanlah seorang ahli keuangan atau profesional dalam hal pemilihan dan penempatan reksadana. Tetapi setidaknya, dalam pemilihan produk reksadana semuanya berdasarnkan informasi di sekeliling kita, bisa berasal dari:
    Internet (adalah media informasi terbaik bagi saya)
    Kita melihat dan membandingkan performance produk reksadana yg ada. Kita bisa melihat di site2 yg memang memberikan informasi tsb spt: infovesta.com, portalreksadana,e-bursa dll. Analisa tidak hanya sebulan terakhir tapi dalam kurun waktu 1 tahun terakhir atau lebih. Volatile kah?Stabil kah?Intinya adalah perbandingan produk reksadana sejenis. Maksudnya sejenis adalah kategori investasi yg sudah saya jelaskan sebelumnya yaitu : High Risk, Low Risk dan produk campuran antara High dan low risk. Misalnya untuk produk high risk: yaitu produk Fortis Equitas (dari Fortis) dan Trim Kapital (dari Trimegah) dan Mandiri Atraktif (dari bank mandiri investasi) dll. Sehingga perbandingan yg kita dapatkan dapat lebih fair.

    Hanya yg perlu diperhatikan adalah menentukan dan memilih kategori investasi kita terlebih dahulu yaitu apakah kita seorang risk taker or not. Jika ya, maka pilih kategori high risk dengan segala risikonya, jika tidak maka cukup pilih kategori low risk yg tentu saja return yg diharapkan tidak sebesar yg bisa didapatkan pada kategori pertama. FYI, ada beberapa teman saya, yg memilih kategori low risk ini hanya untuk memindahkan tabungan (bukan bertujuan investasi jangka panjang yah), karena tetap saja return yg dihasilkan pada kategori ini tetap lebih besar daripada suku bunga tabungan dan deposito.
    Kalo anda bukan seorang risk taker tapi tetap berniat untuk berinvestasi reksadana dg harapan return yg lebih tinggi. Anda bisa memilih kategori ketiga yaitu campuran antara high risk dan low risk. Penempatan investasi nya adalah gabungan antara saham (return yg tinggi tapi risikonya juga tinggi) dan deposito/obligasi (return rendah tapi risiko juga rendah).

    Kemudian, hal laen yg dapat mendasari pemilihan investasi reksadana kita adalah News/Berita. Bisa berita mengenai kebijakan pemerintah dll. Misalnya, kalo anda ingat tahun lalu Pemerintah SBY mencanangkan tahun infrastruktur di Bali. Di forum itu pemerintah bertekad untuk mempermudah aturan2/Undang2 yg berkaitan dg penanaman modal (baik asing swasta maupun lokal) di bidan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan dll. Yg dapat kita baca sebagai calon investor (walopun amatiran he,,he), adalah akan banyak proyek2 dan perusahaan infrastruktur yg bakal ada dan mempunyai prospek bagus karena ada skema keterlibatan pemerintah sebagai penjamin (dan plus minus analisa logic laennya, bisa panjang nih..he.,.he). Setelah itu cari produk reksadana yg melakukan penempatan investasi nya sebagian atau seluruhnya pada perusahaan infrastruktur, sbg contoh: Fortis Infrastruktur ..yg lagi naik daun.

    Hal lain yg perlu diperhatikan adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) yg belum terlalu tinggi. Sehingga kemungkinan spread yg lebih tinggi sampai nilai jenuh pasar tercapai masih ada. Dengan tidak bermaksud promosi, coba anda lihat NAB produk Fortis Infrastruktur yg masih kecil (karena juga di release belum terlalu lama), NAB nya masih di kisaran 1674. Intinya adalah produk reksadana yg akan kita pilih sudah lama di pasarkan atau belum?Dan tanyakan juga ke sales perusahaan sekuritasnya, tentang potensi kenaikan harga NAB di waktu akan datang.

    Dan poin lainnya dalam hal pemilihan produk reksadana adalah perusahaan sekuritas nya itu sendiri yaitu tentang kemudahan admistrasi untuk penarikan, pembelian dan top up investasi kita. Selamat berinvestasi ya.

  3. warn Says:

    “Kebanyakan orang memilih reksadana dengan pertama-tama melihat performa (prestasi) selama ini, lalu reputasi manajer investasinya, lalu tingkat resiko reksadana itu dan yang terakhir dilihat (itu pun jika ada dilihat), berbagai biaya/fee dan pengeluaran reksadana itu.
    Seorang Intelligent Investor dalam memilih reksadana, juga akan berdasarkan hal-hal di atas, tetapi dengan urutan yang terbalik.” quote.

  4. eddy haryana Says:

    Apakah kami dapat melihat product trimegah yg saya beli,yang kami beli al Trim kapital kas,trim kapial dana tetap 2,trum consumtion plus,trims tetap usd,trims kapitan plus,ori

  5. jauhari mk Says:

    Artikel yang bagus, menyadarkan kita untuk menyiapkan dana pensiun, salah satu option-nya dengan reksadana, karena reksadana bisa dilakukan investasi secara bulanan. Karena dana yang dibutuhkan besar, dengan melihat Big Picture Dana Pensiun pensiun http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2012/06/tips-membuat-big-picture-pensiun-dan.html , maka kita kemungkinan harus melakukan beberapa kombinasi investasi untuk menyiapkan dana pensiun tersebut


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: