Upil VS Polusi

Seperti yg telah diceritain di kisah awal , gw baru pindah ke Jakarta setelah kurang lebih 12 taon idup di Batam. Dan sebagai pendatang baru di Jakarta, akhir2 ini gw jadi gelisah, makan gak tenang, tidurpun gak nyenyak …Kenapa yah?

Ternyata setelah gw selidiki itu disebabkan oleh pernapasan idung gw yg gak lancar, ternyata faktanya adalah jumlah upil gw makin banyak dibanding waktu idup di Batam. Terus terang ini bakal ngeganggu banget terhadap kesehatan gw, penampilan gw dll..huh!!! Dan itu ternyata gak hanya gw alamin sendiri tapi gw yakin hampir dialamin oleh sebagian besar warga Jakarta (guys, fyi, mungkin terminologi “UPIL” ini bisa jadi trend ato gaya hidup warga Jabodetabek pada umumya).


UPIL adalah sebenarnya hasil kerja bulu idung kita yg menyaring segala macam benda asing yg masuk ke idung kita, dari debu, asap, cairan dsb. Semakin banyak benda asing di udara sekitar kita (baca: polutan), maka makin banyak produksi upil-nya..weleh..weleh.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa..kualitas udara Jakarta lebih buruk ketimbang Batam (ato mungkin juga dengan kota2 laennya). Kadar polusi di Jakarta luar biasa buruk, apalagi saringan alam seperti hutan/taman kota, pohon peneduh dll, jumlahnya makin hari makin sedikit. Cilaka 12 nya, banyak warga kota yg seakan gak peduli terhadap kenyataan ini, pun demikian terhadap jajaran pemerintah kota, yg sering dengan dalih “Penghijauan” malah terfokus lebih kearah seremonial belaka.

Semua salah!!Baik kita sebagai warga kota maupun pemerintah kota sendiri. Kita, sebagai warga, sering kali tidak peduli dan menabalkan efek polusi dalam kehidupan keseharian kita.Cuek, Ogah ribet, Kurang pendidikan dan pembelajaran mengenai etika ber wawasan lingkungan, usaha kakilima tapi di lahan trotoar, dengan dalih semu “Kemiskinan”!!, dsb.

Sebaliknya pemerintah kota pun..berandil besar dalam hal perusakan lingkungan. Pohon2 kota, sering dianggap lebih ke faktor estetika nya ketimbang fungsi penyaring udara. Pohon2 ditebangin dengan dalih pelebaran jalan, pembangunan mall dll. Gilanya lagi, dengan dalih keterbatasan lahan, pohon2 di tanam di trotoar/pedestrian..yg tentu saja mengurangi kenyamanan pejalan kaki..kaco banget deh!!Belom lagi ketersediaan jumlah tong sampah yg jauh dari cukup!!

Kesimpulannya, adalah karena untuk penghijauan dan/atau kebersihan lingkugan Sangat sulit di lakuin, karena keterbatasan waktu, orang dan biaya” (ini lagu lama/istilah resmi dari pemerintah kota, biasanya). Maka mungkin yg dapat kita lakuin sebagai warga kota, adalah memberdayakan “UPIL” ini.

  1. Upil, berikut variantnya..bisa kita jadikan life-style jakarta, bisa jadi asesoris idung tambahan selaen anting2 idung..
  2. Gak perlu malu dan gengsi, punyak banyak upil, karena itu artinya kita bisa dianggap sebagai Warga Metropolitan dong, gak jadi wong ndeso lagi. Di desa polusinya rendah..jumlah upilnya juga pasti dikit..gak necis tuh!!!.
  3. Bisa digunakan sebagai nama group band rock mungkin …..”UPIIILZ band”
  4. Bisa dijadikan salah satu cabang olaharaga, untuk adu “Ngupil “, mungkin… wakaka

Tulisan hanya murni opini saya tanpa bertendensi menyinggung perasaan orang laen

One Response to “Upil VS Polusi”

  1. aRi Says:

    hahaha… :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: