Kompor mbledug!!!
Ikan asin gosong!!!
Pala pitak kena gledek!!!
Sambel goring kerikil!!!!
Babon bulukan!!!
Hanya berjuta kalimat makian yg bisa gw berikan untuk aksi2 demonstrasi mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM.
Mereka sebenarnya mengatasnamakan siapa sih?Masyarakat?Yang mana?Jika hanya kerusuhan dan aksi anarkis sebagai hasilnya.
Semua fasilitas umum seperti pagar dan lampu jalan yang di hancurkan, dinding2 kota di corat-coret, bakar ban di tengah jalan bikin jalanan jadi macet total. Apa sih yg mereka cari?
Mereka mengaku sebagai warga negara yg selalu menuntut hak-nya, tapi dengan mengabaikan hak warga negara lainnya untuk bisa menikmati rasa aman dan nyaman, akses jalan yg lebih lancar (ditengah kemacetan sehari2). Kami,kami ya KAMI, hak kami diabaikan seolah2 kita tidak mempunyai hak untuk bisa nyaman pulang kerumah ditengah aksi demo mereka. Menyebalkan!!!!!
Saya atau kami sebagai kaum pekerja sudah berupaya melaksanakan kewajiban kami kepada negara yaitu dengan membayar pajak (pajak penghasilan, PBB dll). Kami berhak untuk menikmati fasilitas umum yg tersedia, tapi apa yg terjadi sepanjang aksi demo mereka?Orang2 yg selalu merasa dirinya benar!Orang2 yg selalu mengedepankan hak mereka ketimbang hak orang lain, apalagi mengedepankan kewajiban mereka. Tidak!!Orang2 ini sangat menyebalkan.Sangat menyebalkan.




