Interaksi saya dengan peta GPS, dimulai dengan kepindahan saya ke Jakarta. Kota yang sangat menyeramkan bagi pendatang seperti saya.
Awalnya saya menggunakan receiver GPS RoyalTek dengan koneksi bluetooth ke PDA saya, Dopod 838 Pro. Dengan menggunakan peta MapKing (Jakarta only), OzzyExplorer (Kalibrasi peta Gunther) dan NusaMap (Jawa Bali).
Awalnya seiring dengan kebutuhan mobilitas pada saat itu, dirasakan mencukupi. Hanya sedikit repot, misalnya selama di area Jakarta, dari sisi tampilan/GUI, saya lebih milih MapKing, begitu keluar Jakarta, saya terpaksa menggunakan peta NusaMap. Sedangkan Peta OzzyExplorer hanya saya gunakan untuk keperluan pembanding saja.
Kelemahan dengan perangkat GPS via PDA adalah:
- Layar PDA terbatas, akibatnya tampilan grafik peta berikut atribut keterangannya terlihat kecil apalagi jika di taruh di dash board mobil, bisa membahayakan pengemudi, apalagi di malam hari
- Batere PDA cepat habis, apalagi terkuras digunakan untuk koneksi bluetooth ke receiver GPS nya. Sehingga utilisasi pemakaiannya tidak lama. Apalagi PDA ini saya gunakan juga sebagai modem untuk koneksi Internet saya via PDA/Laptop yang juga membutuhkan catu daya tidak sedikit
- Memori PDA yg terbatas untuk menyimpan GPS tracking,routing, POI dsb. Mengingat utilisasi pokok PDA tsb, tidak hanya digunakan untuk GPS dan petanya. Tapi juga digunakan sebagai gadget, mobile office assistant dll
Tapi seiring dengan keinginan mobilitas saya yang tinggi, maka terpikir untuk mengganti perangkat GPS yang saya gunakan dengan sesuatu yg lebih fleksibel, safety dan praktis. Suatu perangkat yg bisa saya gunakan selama mengemudi mobil dengan aman dan nyaman. Sempet saya terpikir untuk mengkombinasikan perangkat GPS dengan upgrade sistem multi media audio (CD,DVD, TV Tuner dsb) mobil saya, tapi setelah googling, keluar masuk forum, tanya sana-sini, dirasakan harganya masih sangat mahal. Salah satu hasil pencarian saya adalah Avix dengan peta Solo System nya (kurang lebih tampilannya mirip NusaMap). Berikut adalah link berita ttg Avix.Solo system
Dan lalu karena harganya, saya rasa cukup mahal, setelah perbandingan ke atrium senen, kelapa gading, ambasador plus online webstore spt glodokshop,bhinneka dll, kisaran harga sekitar 4-7 juta (tergantung Tipe TV dan ukurannya) belum termasuk petanya. In total, bisa sampai 10-12 jutaan.
Ada juga sih alternatif lainnya yaitu menggunakan tipe hand held yang lebih praktis untuk pejalan kaki atau surveyor dll, tidak menjadi pilihan saya karena pertimbangan tampilan GUI yg kurang menarik dan Lebar Screen yg kecil
Maka saya mencari alternatif lainnya yaitu konsep “Car PC”, yaitu suatu konsep untuk utilisasi penggunaan komputer di mobil, sebagai kontrol perangkat multimedia, termasuk GPS receiver dan mobile office (internet,VOIP, Fax dll). Ternyata di luar negri, pemakaiannya sudah banyak dan umum. Banyak produk dari yg built-in,seperti KenWood dll, dan ada juga alternatif rakitan. Cuman ya itu, harganya berikut jasa installasi nya masih mahal, di suatu forum malah menyebutkan sekitar 10-15 jutaan.
Lihat link:
- Modifikasi.com/forum
- In Dash Car PC
- Car PC Built
- a PC in your Car
- TimeKiller.org (Cara merakit Car PC)
- Car PC Project
- Toko Car PC di Indonesia
(Special thx buat bro Hartono, buat link addressnya)
Tapi sebenarnya alasan utama saya,selain tentunya harga yg tinggi, untuk tidak memilih penggunaan GPS yg terkoneksi dengan sistem audio mobil (HU integrated TV atau Car PC) adalah sbb:
- Kalo screen petanya nyambung dengan TV, maka posisinya screen nya ada ditengah antara pengemudi dan penumpang depan samping. Yg mana jadi tidak jelas tujuannya untuk pengemudi atau penumpang. Walaupun di berbagai forum disebutkan ada penambahan perangkat untuk memposisikan screen yg lebih enak buat pengemudi. Tetap saja ada tambahan biaya dan perangkat (mengingat space mobil yg terbatas). Lihat link : MobileDesk.com
- Kalo nyambung ke TV, maka utilisasi perangkat audio nya jadi tidak maksimal. Jika kita ingin nonton TV atau denger lagu, maka tidak bisa nyalain peta GPS nya. Demikian sebaliknya, jika kita mengaktifkan peta GPS nya, akibatnya kita tidak bisa nonton TV atau bahkan dengerin lagu dong (walaupun untuk Car PC masih dimungkinkan untuk mutar lagu dengan multi tasking nya). Kenyamanan dan fleksibilitas nya kurang.
Dengan pertimbangan diatas, maka saya fokuskan untuk mencari perangkat portabel navigasi untuk mobil, yang terpisah dari Head Unit (HU) sistem audio saya. Pilihan di sekitar banyak dan variatif dari feature peta/software dan harganya. Pertimbangan yg saya gunakan untuk memilih produk adalah :
1) Harga
2) Peta
- Kelengkapan peta ;
- Kemudahan upgrade peta di kemudian hari; berikut apakah chargeable atau gratis.
- Kemudahan modifikasi untuk custom peta, point of interest (POI) berikut pengkategoriannya dll. Sehingga untuk modifikasi database petanya kita tidak melulu harus menunggu upgrade resmi dari provider
- Feature software petanya, bisa tracking,routing/re-routing, simpan track/log,where am I,menampilkan jalan satu arah/2 arah,exit toll road,bird view dsb
3) Dimensi layar dan perangkat secara keseluruhan. Bobot perangkat dan fleksibilitas nya jika hand held di luar kendaraan.
4) Software, dalam arti kemudahan pengoperasian petanya; touch screen is a must, alert system untuk kecepatan dan arah tujuan. Dan juga screen keyboardnya apakah alphabetical atau model QWERTY
5) Teknologi dari perangkat receiver GPS itu sendiri. Tapi umumnya, sudah standar SirfStar III.
6) Catu Daya atau kemampuan standby mode nya; dan koneksi battery charge nya apakah bisa dengan atau tanpa cigarette lighter mobil.
7) Feature untuk slot tambahan memori (SD,MMC dll), mengingat keinginan saya untuk menambah/memodifikasi daftar peta, POI dll.
Docking di mobil; kemudahan penempatan, flesibilitas rotasi screen dan kemudahan repacking untuk keamanan
9) Feature tambahan lainnya, seperti radio FM, MP3 player, Picture viewer, koneksi Bluetooth dll
10) Garansi after sales dari toko atau distributor, dan jumlah web forum/komunitas produk terkait.
Hingga akhirnya saya menyempitkan pilihan saya kepada produk Garmin Nuvo series (www.garmin.com) karena pada saat saya googling banyak sekali hasil pencarian yg menyarankan produk Garmin ini Di tunjang oleh komunitas dan forum yg sudah banyak, seperti navigasi.net dll. Sayangnya pada saat saya pergi ke Mall Ambasador, tidak ada satupun sales toko yg bisa menjelaskan secara detil ttg produk tersebut secara detil. Hingga saya menemukan sebuah toko, dimana kebetulan ada sales produk MIO (Distributor MIO yaitu PT. Kahar Duta Sarana, Cawang). Dan lalu kami berdiskusi tentang A-Z produk GPS yg ada, terutama produk MIO dan Garmin Nuvo series (Garmin N200 – N760, Mio C200 – C320). Garmin memang sangat bagus dan saya jadikan patokan, sebagian kriteria diatas sudah terpenuhi, cuman harganya yang mahal. Sehingga saya memutuskan, secara pribadi untuk memilih produk MIO dengan TeleAtlas nya karena ternyata feature nya juga tidak kalah bagus dan lengkap. Dan bisa dikatakan sebagian besar menyamai feature garmin. Apalagi kelebihannya adalah docking nya yg lebih fleksibel. Dan harganya yg lebih murah.
Rata2 toko di mall ambassador buka harga untuk Mio C320 IDR 3.6 juta yg jika ditawar menjadi IDR 3.55 juta. Tapi berkat kemampuan tawar menawar ala pasar saya, akhirnya saya bisa mendapatkan my MIO dengan harga IDR 3.3 juta.
Sampai dengan hari ini, saya sudah mencoba MIO ini kurang lebih 1 mingguan. Dan hasilnya sangat memuaskan. Yg penting, untuk ukuran wong ndeso seperti saya ini, gag panikan lagi kesesat di Jakarta.
Hari Kamis ini (20 march 2008) sampe besok Minggu, saya libur panjang dan akan saya gunakan untuk benar2 mengeksplorasi peta TeleAtlas dari Mio ini. Ada beberapa hal yang sudah saya temukan kelemahannya Mio C320 ini, yaitu:
Belum banyak komunitas forum/web, yang saya temukan adalah komunitas Mio di luar negeri yg versi petanya berbeda dengan yg dijual di Indonesia (http://www.gpspassion.com), ada satu yahoo group yang telah dibuat untuk berkumpulnya komunitas Mio di Indonesia yaitu: id_miogps.yahoo.group. Bisa dimaklumi karena, produk GPS portable MIO baru dipasarkan pada bulan January 2008 yg lalu.
Database Poin of Interest (POI) nya masih sedikit, sehingga perlu dicarikan jalan untuk bisa me modifikasi database dengan mengimpor POI dari eksternal seperti google earth/map, navigasi.net dll. Lagi cari ide nih, any comment and/or sharing from others would really be appreciated.





March 24, 2008 at 12:08 pm
buset… bonus dah keluar ya hehehe… atau memang duit bukan masalah buat om harry
… selamat atas GPS barunya … memang mantab om harry ini
March 25, 2008 at 1:15 am
“Bukan masalah duit..” …Bot, tapi kebutuhan akan seorang guide di jakarta. Elu gag mau sih jadi guide gw,..wakakaka
March 25, 2008 at 2:15 am
klo bottie mah jadi guide di bumi parahyangan aje….(pa kbr lo Bot???) klo mo di jkt sih gw aje……..
March 25, 2008 at 4:30 am
Kalo perkara jadi guide mah, terakhir gw yg jadi guide nya si Bottie n his new peugeuot nyah, yg harusnya tinggal muter bunderan HI belok ke thamrin, si Bottie jadi panas dingin gag pede takut kena tilang, sampe kudu muter ke Agus Salim dulu buat muter di Sarinah..wakakaka…nice memory ya Bot..tapi kebiasaan elu ngompol dadakan dah brenti kan?Wakaka
March 28, 2008 at 3:00 am
wakaka sialan lu… di ktr baru juga suka bingung boss… maklum belum hapal 3 in one area hahaha… jadi suka muter2 gak tau juntrungannya kemana…. udah 3 bulan lah udah gak new lagi… btw, om anonymous sapa neh? om Hartono bukan?
… kuda nya piye om… makin gagah gak?
March 28, 2008 at 6:30 am
Nusamap dengan memakai Dopod900 cukup oke juga. Disamping sudah internal GPS (setelah free update ROM dari website dopod), juga bisa pakai cigarette lighter sebagai pencatu handphone. Jadi, ya selama apa pun anda berkendara sambil menghidupkan aplikasi map, ya ndak ada masalah.
March 28, 2008 at 7:24 am
Anda benar panabiduhut, untuk HP ato PDA yang sudah GPS built in, memang lebih praktis. Tinggal beli kabel catu daya ke ciggarette lighter dan docking. Dah bisa digunakan.
Bedanya adalah dari segi kenyamanan saja jika dibandingkan dengan versi GPS portable ini, yg layarnya sudah 4″ lebih, sehingga visibility nya lebih jelas plus pengoperasian touch screen nya lebih fleksible. That’s all. so whichever it is, focus on safety aspect more. Other than that, it’s all depend on what would become more suitable for you.Selamat ber GPS ria.
March 28, 2008 at 7:30 am
Bot..kalo masih bingung 3 in one, tanya aja sama demit papua yang itu tuh ..wakakaka…patokannya puhun cemara yang itu tuh..wakakaka
April 2, 2008 at 6:33 am
wakakaka sialan lu… kan udah g serah terima ke elu
)
April 8, 2008 at 4:25 am
yoi bott, gw lupa ketik nama waktu komen kmrn…huehehehe…..
April 14, 2008 at 8:42 am
kebanyakan mikirin kuda lu sih… mikirin singa dong sekali2 huehuehue….
May 11, 2008 at 5:40 pm
Saya pakai O2 Flame, ada TV out-nya, dimobil pakai lighter dan TV out-nya ke Input AUX, kebetulan saya pakai Alpine DVA900 jadi bisa denger lagu dan layarnya ke AUX3 (GPS). Dan TV yg lainn dibelakang bisa lihat TV/AUX1/AUX2 atau kalau mau ikut ke AUX3 juga bisa. Ngomong-ngomong beli Mio-nya nama tokonya apa dan dimana?
September 11, 2009 at 2:05 am
Aku jualan Bror. Ada produk baru GPS Mio Seeker (S) 500 dan GPS Mio S 550. Perbedaannya, harga dan ada/tidaknya bluetooth. Mio S550 ada bluetoothnya, harga Rp. 3.8 jt. Untuk Mio S500 harga Rp. 3,5 jt. Semua harga udah termasuk ongkos kirim.
Salam,
Tri Agus, hp. 0858-83554930 atau 021-26147755
May 15, 2008 at 8:08 am
halo om, kunjungan pertama, nih.
baca-baca dulu ya…
penggemarnya banyak juga ya om..
Tetap semangat!
May 23, 2008 at 4:18 am
wah thx ya Anang dah mampir, blog nya Anang juga buagus banget…hee..he, still keep in touch yak
June 2, 2008 at 9:36 am
Rekan2,
Saya selama ini menggunakan MIO C320 (sekitar 3 bulanan), dan hasilnya tidak mengecewakan, terutama bagi saya yg termasuk orang baru di Jakarta.
Salah satu kekurangannya mungkin terletak pada batasan memory dan processor- nya (walaupun sudah memadai dan mencukupi kebutuhan saya). Contohnya adalah jika kita ingin bikin route dari
Jakarta – Bogor, atau rute luar kota Jakarta saja. Maka untuk bikin routing nya kita tidak bisa menggunakan single route, melainkan multiple routing. Contoh:
Daerah asal Setibudi Jakarta mau ke Jl Dago bandung, maka kita kudu membuat multi trip/route terlebih dahulu, misalnya jika ingin lewat cikampek:
Setiabudi (jakarta) – Gerbang Tol Cikampek – Dago, Bandung.
Kelemahan GPS Mio lainnya : adalah jika kita, dalam satu routing perjalanan, merubah2 view mode, dari 3D (bird view) ke 2D dst bolak balik, maka curent GPS koordinat nya sering jadi ngaco, artinya current position kita sudah tidak matching lagi dengan peta yg ada. Solusinya, tidak lain yaitu dengan me-reset GPS device tsb.
Kesulitan lainnya untuk GPS MIO ini adalah: menambah/import POI selain mode “Favourite”, untuk penambahan POI gedung2, rumah sakit, POM bensin dll. Jika mengingat di luaran,atau di versi GPS map lainnya (garmin atau dari google earth, atau navigasi.net ) sudah ada dan banyak tersedia. Tinggal format dan koneksitas yg belum universal.
Kesulitan lainnya adalah untuk membuat “Avoid Area” terhadap route yg telah disimulasikan oleh system, padahal feature ini sangat berarti untuk menghindari kemacetan/lokasi banjir dsb. Dalam fitur menunya memang disebutkan adanya feature “Avoid Area” ini, cuman mungkin implementasinya masih kurang praktis atau bahkan mungkin susah untuk dilakukan.
Tapi overall, saya masih percaya dan yakin akan kehandalan dan keakuratan GPS MIO C320 saya ini. Oh iya, bagi temen2 yg tertarik dengan issue pemilihan GPS device ini, bisa mampir ke tulisan saya di Nisan Livina Club:
http://forum.livinaclub.com/viewtopic.php?p=11132#11132
June 3, 2008 at 3:27 am
Om mau nanya…dulu belinya ditoko mana…sekalian minta no telpnya donk….? bisa kasih tau gak…? soalnya saya juga lagi cari cari GPS. BTW untuk Map Sumatera udah ada blom yah….?
June 3, 2008 at 6:45 am
wah, saya kebetulan dah lupa nama tokonya, tapi yg pasti di ambasador. Terlepas dari harga akhirnya yg didapat, tapi seingat saya hampir semua toko membuka harga yg kurang lebih sama.
Untuk MIO dengan TeleAtlas -nya, peta sumatera belum di provide. Baru Jawa-Bali plus Malaysia dan Singapore.
June 4, 2008 at 3:24 am
Halo!
Saya juga pengguna C320, belum sebulan
Beli di Jerman dan sudah diunlock untuk peta Indonesia. Saya juga install MioPocket, sehingga bisa pakai aplikasi navigasi yang lain seperti Sygic Drive, dll. dan bisa juga digunakan untuk multimedia player, MS Office document viewer, dll. Ada yang sudah install juga dan mau sharing penggunaannya? Berikut link untuk install MioPocket: http://www.gpspassion.com/forumsen/topic.asp?TOPIC_ID=109690
Mengenai avoid area seperti yang disampaikan pak harypoe, saya juga mengalaminya. Kebetulan dekat rumah saya ada gang kecill yang hanya isa dilalui sepeda motor. Celakanya Mio saya selalu me-route melalui jalan tersebut tanpa mengindahkan apakah saya naik mobil atau motor. Solusinya menggunakan “via”, melalui POI yang saya buat sebelumnya yang diposisikan disekitar area tersebut sehingga membuat aplikasi membelokkan routenya dan tidak melewati gang tersebut.
Apakah ada trik lain untuk avoid atau bahkan mendelete suatu jalan yang tidak kita inginkan?
June 4, 2008 at 6:33 am
Halo Pak Totok,
Thx buat info aplikasi MioPocket dan link-nya. Saya baru tahu mengenai hal ini. Sebelumnya saya googling di gpspassion.com tapi langsung kecewa karena version peta untuk MIO C320 indonesia dan luar negeri berbeda. Besar keinginan saya untuk dapat mengoprek sistem MIO ini, salah satu objective nya ya itu untuk mengimport POI dari database map lainnya, mengingat existing POI yg ada dirasakan kurang (walaupun standardnya sudah cukup memadai sih). Mungkin Pak Totok bisa sharing ttg MioPocket software ini?
Sedangkan untuk “Avoid Area” terutama jika berhubungan dengan jalan kecil/gang, sudahkah dipastikan untuk melihat menu preferences (kalo gag salah sih, di page 2), ada check item untuk motorway preferred ; bisa di set sebagai false pak.
Ditunggu sharingnya pak Totok
Regards,
Harry
June 5, 2008 at 2:48 am
Pak Harry,
Cara yang seperti itu sudah saya coba namun tetap tidak berpengaruh. Memang di manualnya disebutkan bahwa apabila ada suatu jalan didekat starting/via/ending point (dalam hal ini berarti gang tersebut berada di dekat rumah saya sebagai starting point), maka mustahil bagi aplikasi untuk “tidak mengindahkan” jalan tersebut, sehingga walaupun tidak preferred bagi kendaraan yang sudah kita tentukan, jalan tersebut tetap saja akan dianggap sebagai alternatif route. Saya yakin pengalaman ini juga akan dialami oleh rekan-rekan lain yang tinggal di daerah seperti Tebet yang banyak terdapat gang-gang kecil.
Menurut pengalaman rekan lain, untuk Mio yang asli masuk ke Indonesia (bukan seperti punya saya yang versi unlock), jika kita tap di screen akan muncul menu avoid dan kita tinggal menggambar (menggeser di screen) pada jalan yang dimaksud sehingga jalan tersebut langsung dianggap tidak ada. Sayangnya punya saya tidak bisa.
Untuk MioPocket, selain membuat Mio kita bisa berfungsi layaknya PDA, kita bisa juga berpindah-pindah aplikasi peta lain selain Mio Map, seperti Tom Tom, iGo, Navigator dll, hanya saja masing-masing baru berupa shortcut kosong dan harus kita cari di internet dan instal sendiri. Menurut saya yang bisa dijadikan alternatif dan saya sudah coba adalah Sygic map. Jika ingin mencoba dapat ikuti link berikut: http://www.navigasi.net/gofrm.php?t=589&c=FP
Regards.
June 5, 2008 at 6:43 am
Pak Totok,
Menu Avoid Area, kayaknya emang gag bisa jalan deh. Saya pernah mencoba berkali2 dan hasilnya nihil. Tapi di manual book nya memang dikatakan bisa. Pffuff.
Mengenai MioPocket, saya akan coba install, tapi eh..bagaimana performance nya mengingat Processor untuk MIO C320 kan hanya 400 Mhz..sering hang gag yah…
Sygic Map Indonesia sudah adakah?Aplikasi map indonesia seperti Ozzi Explorer,MapKing,NusaMap,Solo System ada yg compatible gag yah dengan MIO C320 ini. Saya pernah diskusi sama sales PT Kahar, distributor MIO di Jakarta, dikatakan ada tidak compatible.Jadi penasaran.
Regards,
June 5, 2008 at 9:52 am
Performance sih cukup baik pak, emang kadang2 hang kalau kita coba buka game-nya yang banyak itu yang ternyata nggak semuanya compatibel.
Tampaknya memang aplikasi navigasi yang disebutkan diatas, kecuali OziExplorer, ngak ada yang compatibel. Sygic sudah ada kok, di link saya diatas sudah termasuk link buat download peta Indonesianya.
Pak, sudah dicoba avoid jalan dengan cara tap di peta sampai keluar menu avoid terus kemudian digambar seperti yang saya sebutkan diatas belum?
Regards.
July 16, 2008 at 12:21 pm
Untuk petanya sepertinya sudah dihapus dari rapidshare… sampai saat ini saya juga masih cari – cari peta indonesia. Kalau mapnya saya pake miomap V3 dan V7, keduanya lumayan bagus cuma sayang bisanya hanya peta jabodetabek
August 19, 2008 at 11:47 pm
saya pengguna mio c520, dr australia, gimana cara menginstall peta indonesia ke perangkat mionya? apa teleatlas bisa didapatkan secara gratis? apa miopocketnya bisa diinstal di C520? dan bisa menggunakan peta nusamap?
September 9, 2008 at 8:02 pm
halo om…
saya pengguna mio c320b, br 1 bln deh, tp jarang dipakai..
saya masih kurang paham cara kerja mio tsb..
knp tiap kira” 5 mnt demo-nya kluar terus yah?? trus cara balikin ke mapnya lg gmna yah?? saya ga bs2..
help..
dan juga tlg share sdkt ttg fitur2 yg ada & spt apa cara pakainya??
-thx-
September 9, 2008 at 8:14 pm
upsss.. ada yg lupa nih om 1 lagii.. ^^
cara update maps setiap brp bulan ya om??
saya pny br 1 bln mesti update ato nda??
n cara updatenya gmana ya om???
-thx a lot om-
October 13, 2008 at 5:41 am
saya pemakai mio c320b saya beli 1 bulan yang lalu dgn price 3,1jt…
mo tanya gimana caranya instal mio pocket.. coz kayanya seru..
October 22, 2008 at 7:25 am
Numpang lewat,
Tadi siang waktu makan , gue jalan ke plaza semanggi . ketemu toko HP ORCA niatnya mau beli sarung buat Nokia comm gue gak tahunya ada dipajang Mio C320 baru. Katanya ada dokter yang anaknya ulang tahun dihadiahin GPS ini tapi anaknya gak tertarik. Harga dibuka 3 juta , tapi ketika langsung calling itu dokter yang titip jual gak taunya klop , dikasih harga 2.5 juta. dus dan unit masih baru , gress , belum diapa apain , dibuka aja tapi gak pernah kepakai . kartu garansi sampai agustus 2009.
Sekarang ada nih dimeja kerja , gue liatin , mau diapain nih barang secara belum liat liat manual booknya . yang tahu gPS ini sharing ya cara makennya.
November 2, 2008 at 6:41 am
hallo om harry
saya pakai magellan roadmate 1200 versi eropa, dan sama sekali nggak terpakai disini, akhirnya saya pakai igo8 dan sukses… untuk peta jawa bali.. ,
hari ini saya iseng coba install dengan miomap.., sukses juga tapi peta indonesianya belum punya.. dimana ya bisa beli file petanya..?
November 4, 2008 at 1:19 pm
saya berkepentingan pembelian yang itu Mio c320b menolong beritahulah padaku model ini bisa pakai di jawa tengah cilacap daerah..
November 22, 2008 at 2:55 am
@karmi… bahasa mana neh.. ga jelas..
November 23, 2008 at 8:51 am
Kang Harry,
Peta gratisan GPS untuk Windows Mobile apa ya?
November 26, 2008 at 6:42 am
bagi teman2 saya mayu tany sebenarnya apa sih perbedaan antara MIo c320 dengan c320b kok saya liat speknya sama yah.. thx
January 19, 2009 at 4:40 am
Salam kenal, saya juga pakai Mio C320 tapi belinya sdh lama sekitaran maret 2008 waktu itu harganya masih 4 juta-an.
Dan sudah saya pakai menjelajah jawa sampai surabaya, lumayan cocok dan sangat membantu apalagi buat di kota Bandung yg banyak jalur searahnya…..
Saya sdh berkali-kali hub dealer resminya menayakan up-date peta baru mereka menjanjikan Juli 2008 tapi sampai sekarang belum ada realisasinya..maklum TOL JORR cilangkap-cikunir belum ada di petanya..
Saya cuma pingin tahu dimana bisa up-grade mio tsb sehingga bisa buat aplikasi lain (MP4 dll)
March 17, 2009 at 3:06 pm
boleh nanya nih?
apa harga 3,6jt itu termasuk holder-nya?
seperti yg ada di gambar.
ato dijual terpisah?
thanx!
March 19, 2009 at 8:27 am
Halo pak Rival,
Harga tersebut sudah termasuk holder nya, lengkap.
Karena bagi saya pemilihan holder device bisa menentukan juga ya, apakah bisa rotasi atas-bawah, kiri-kanan dsb..pada intinya kenyamanan berkendaraan dg ber GPS, akan ditentukan oleh posisi screen GPS dan posisi mengemudi kita.
Rgrds,
March 19, 2009 at 8:30 am
For All,
Iya nih, untuk update MIO MAP nya belum di release sampe maret 2009 ini, padahal sebelumnya dijanjikan bakal di release July/August 2008.
Bagi rekan2 lainnya, tolong di info yah jika sudah ada update yg terbaru.
June 12, 2009 at 2:05 pm
saya juga pemakai mio c230… secara keseluruhan untuk kota2x besar cukup memuaskan meski ada beberapa kesalahan kecil spt seharusnya jalan memutar tp lurus…
yang aneh saya pakai di bandung, navigasi agk telat, mundur 100m dari sebenarnya, kl di luar kota bisa 300m mundur dari realnya, tp di semarang bisa sama.. navigasinya bisa real time dan dari dalam rumah sudah bisa menangkap sinyal satelit…
ada yang tau gak cara mengganti theme /tampilan untuk mio ?
June 12, 2009 at 2:09 pm
tambahan … peta di mio gps sama dengan peta di google maps … termasuk salah ketik nama jalan …. than’s
June 14, 2009 at 1:02 am
mas2 dan om2 skalian..
mo numpang nanya nich..
saya mo beli gps..
berhubung msh mahasiswa nich makanya cari GPS mobile yg harga miring tp kualitas cukup lah..hehe..
saya msh bingung..
mending c320 atau c230 ya?
setau saya bedanya cm c320 ada mp3 playernya aja..?
klo buat pemakaian di bandung skarang ada masalah ga?
thx ya
June 30, 2009 at 3:57 pm
tergantung budgetnya … fungsi sama cm beda layarnya aja … untuk petanya lengkap termasuk jalan searah, tanda dilarang masuk ada juga, rerouting kl nyasar … untuk pemakaian bandung… kondisi nav telah 100m , misal pada jarak seharusnya 150 m, tp di gps 250 m, tp itu bisa diatasi dgn cara memperlambat kendaraan, cm repotnya jarak antar persimpangan dekat … jd terpaksa menghafal rute gps sampai 3 ampe 4 persimpangan ke depan.
Untuk GPS di kota semarang dan sekitarnya, bisa real time.. jadi posisi kendaraan dengan kondisi sesungguhnya sama … saya kira pengalaman dalam mio GPS c230 dapat dishare …. terima kasih
June 30, 2009 at 3:50 pm
mo update gps mio gimana caranya? kemarin sy jalan ke kota Solo, tp ternyata petanya gk lengkap banyak jalan yg gk ada padahal itu termasuk jalan utama …. bagaimana cara updatenya….
August 13, 2009 at 3:31 pm
Mulai tgl 3 Agustus 2009, PT. KDS, yang beralamat di Jl. Dewi Sartika (lihat alamat lengkap di Kartu Garansi) udah di-update Peta Jawa-Bali, dapat Peta Sumatra dan Suara Petunjuk (laki2 atau perempuan) dalam 4 bahasa, Thailand, English (US), Indonesia dan mandarin.
Lebih jahud dan mak nyessss.
July 10, 2009 at 4:18 am
salam kenal, buat master2 semua. saya pengguna mio c230 baru 1 bulan. jadi masih newbie banget. saya ingin tanya berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk mengunci satelit (dari ready/muncul tampilan menu)? kemudian apakah sinyal nya suka hilang2 padahal awalnya sudah bisa lock satelit? saya ada pengalaman pada saat lewat di cempaka putih (jakarta) ternyata sinyalnya hilang. dan gps sulit me-lock satelit kembali sehingga sepanjang jalan tidak ada sinyal sama sekali. sementara itu kendaraan saya hanya memakai kacafilm huper optic (saya dengar bila memakai v-kool baru ada masalah penerimaan. Apakah benar?) apakah saya harus menggunakan antena external dan bila ya, dimana belinya???
August 14, 2009 at 12:39 am
Hallo semuanya….
Berbagai masalah yang ada dengan GPS Mio, dapat penyelesaiannya bila bergabung di MioGPSIndonesia@yahoogroups.com. Perkenal diri dan sebutkan Jenis GPS Mio yang dipakai.
Masalah penerima Satelite di GPS Mio, ada beberapa sebab :
1. Langit banyak awannya
2. Dekat Pemancar Radio
3. Mobil memakai Kaca Film yang tidak dapat meloloskan sinyal
4. Dekat Radar TNI/Polri
5. Penggunaan bersamaan dengan Audio System di Mobil
6. Dll
Pengembangan GPS Mio (Khusus C320) dapat untuk Home Teather di Mobil Anda, dengan menambahkan SD/MMC 4GB berisi MioPocket beserta MP3 atau Video/Film, dll; Car FM MP3 Modulator (1 buah), Kabel Konektor 1,8 m (1 buah) dan Plug Konektor 2.5 mm (2 buah). Total penambahan hanya Rp. 500.000,- saja.
Tertarik? Hub: di 021-26147755 atau 0858-83554930 (Jam Kantor) atau
silahkan mampir di http://www.samimawon.com/detail.php?id=732.
September 10, 2009 at 3:43 am
Mio C320 saya kog ndak bisa bahasa indonesia ya….emang gitu atau gimana sih?
September 11, 2009 at 2:14 am
Tolong diupdate ke PT. KDS, lihat alamat lengkap di Kartu Garansi. Peta Jawa-Bali sudah terupdate, Peta baru Sumatra dan menu dan suara petunjuk dalam bahasa Indonesia, Thailand, Inggris (US) dan Mandarin.
Salam
Tri Agus
October 3, 2009 at 1:56 pm
hallo semua,
saya baru beli mio moov s500 nih, terus kepengen install miopocket, udah download miopocket 3.0 release 50 dan coba install di SD card, koq gagal mulu ya??
butuh pencerahan nih, gmn ya step2 yg benar??
trims sebelumnya.
salam,
ksatrio
October 9, 2009 at 4:28 pm
Halo rekan2 semua, adakah yang sudah bosan dengan mio C320? atau rencana ganti dengan yang baru? Kalau ada boleh juga tawarin ke saya. Saya tinggal di bdg. Tks..
October 23, 2009 at 12:20 pm
Broor Mike,
Mendingan beli baru aja, udah banyak yang bermunculan seri baru seperti Mio Moov 200 and Mio Moov 300. Seperti apa ya? Silahken mampir ke http://triagus.tokobagus.com.