Interaksi saya dengan peta GPS, dimulai dengan kepindahan saya ke Jakarta. Kota yang sangat menyeramkan bagi pendatang seperti saya.
Awalnya saya menggunakan receiver GPS RoyalTek dengan koneksi bluetooth ke PDA saya, Dopod 838 Pro. Dengan menggunakan peta MapKing (Jakarta only), OzzyExplorer (Kalibrasi peta Gunther) dan NusaMap (Jawa Bali).
Awalnya seiring dengan kebutuhan mobilitas pada saat itu, dirasakan mencukupi. Hanya sedikit repot, misalnya selama di area Jakarta, dari sisi tampilan/GUI, saya lebih milih MapKing, begitu keluar Jakarta, saya terpaksa menggunakan peta NusaMap. Sedangkan Peta OzzyExplorer hanya saya gunakan untuk keperluan pembanding saja.
Kelemahan dengan perangkat GPS via PDA adalah:
- Layar PDA terbatas, akibatnya tampilan grafik peta berikut atribut keterangannya terlihat kecil apalagi jika di taruh di dash board mobil, bisa membahayakan pengemudi, apalagi di malam hari
- Batere PDA cepat habis, apalagi terkuras digunakan untuk koneksi bluetooth ke receiver GPS nya. Sehingga utilisasi pemakaiannya tidak lama. Apalagi PDA ini saya gunakan juga sebagai modem untuk koneksi Internet saya via PDA/Laptop yang juga membutuhkan catu daya tidak sedikit
- Memori PDA yg terbatas untuk menyimpan GPS tracking,routing, POI dsb. Mengingat utilisasi pokok PDA tsb, tidak hanya digunakan untuk GPS dan petanya. Tapi juga digunakan sebagai gadget, mobile office assistant dll





