Dari postingan saya sebelumnya pencairan saldo JHT Jamsostek dan Merancang program pensiun pribadi , ada beberapa teman yg menanyakan kepada saya beberapa hal spt “Kenapa dicairkan?”, “Kenapa gak dilanjutkan saja, karena toh saya sudah bekerja di perusahaan yg baru?”
Pemikiran saya adalah sbb:
- Dengan masa kerja 10 tahun di perusahaan lama saya di Batam, dan setelah menunggu grace period selama 6 bulan setelah berhenti kerja, saya sudah mempunyai hak untuk mengajukan klaim JHT sesuai kebijakan internal jamsostek
- Saya termasuk orang yg skeptis terhadap sistem IT yg di miliki oleh Jamsostek. Pengalaman sewaktu masih di Batam, saya pernah mengalami duplikasi data dengan fakta sbb: bekerja di 1 perusahaan yg sama,Jamsostek ID yg sama, tetapi jenis kelamin saya ada 2 yaitu Lelaki dan Perempuan. Keduanya diperlakukan sebagai 2 account yg berbeda yg masing2 mempunyai saldo. Hwaaalah…usut punya usut ternyata hal itu terjadi pada waktu kantor saya mengupgrade sistem HR nya dan mengganti format nomor pegawai dari format system yg lama. Rupanya karena sistem KTP di Indonesia tidak unique, maka Jamsostek menggunakan ID perusahaan plus Nomor Pegawai disamping Nomor Jamsostek sebagai key di sistemnya. Inilah yg menyebabkan duplikasi data saya. (Mudah2an tidak terjadi lagi dan tidak menimpa korban lainnya lagi).
- Pola pembayaran jamsostek dari perusahaan ke kantor jamsostek yg masih banyak menggunakan cara konservatif, tidak menggunakan e-banking atau minimal sistem disket, sehingga detil data pembayaran karyawan lansung bisa di update ke sistem jamsostek. Pembayaran dilakukan secara total melalui transfer bank, sementara detil pembayaran per karyawan dilaporkan secara hardcopy laporan. Yang nantinya di key in secara manual oleh pihak jamsostek. Wuah..potensi human error nya ruaar biaaazza nih..gak heran kalo saldo kita sering ngaco!! Guys, setiap tahunnya Jamsostek akan memberikan rekening koran saldo kita, saran saya..cek dan cek dan cek lagi kebenarannya. Kalo salah kita punya hak untuk mengajukan koreksi saldo. Jangan cuman pasrah aja yak..Ini masalah hak dan kewajiban kita dengan pihak jamsostek
- Sikap skeptis dan keraguan saya terhadap sistem IT jamsostek juga merujuk pada kepindahan saya dari Batam ke Jakarta.Harusnya sih sudah online dan semuanya harus centralized di Jakarta. Tapi who knows?Satu kota yg sama aja masih berantakan..apalagi pindah kota…pfufff….
- JHT adalah rancangan untuk program pensiun kita, dan merujuk kebijakan internal jamsostek , yang memberikan hasil pengembangan pembayaran JHT sebesar 8%, ada sisi investasi yg dilakukan pihak jamsostek dalam hal ini. Di sisi laen maka dengan mencairkan saldo JHT ini maka saya juga berhak untuk menggunakan dana yg merupakan hak saya dan merancang pengembangan dana JHT saya dengan lebih maksimal.
- Dengan kembali bekerjanya saya di tempat kerja baru, saya akan didaftarkan sebagai peserta Jamsostek yg baru lagi. Awal yg baru ……hiks
Mungkin penjelasan saya diatas terkesan subyektif atau berdasar asumsi/pengalama pribadi. Tapi anyway sudah banyak perbaikan dan kemudahan dalam proses dan prosedur jamsostek sampai saat ini. Semoga dapat terus di kembangkan dikemudian hari.





February 28, 2008 at 10:29 am
setuju mas…
mending jangan diterusin itu jamsostek… sesama kantor jamsostek datanya ga online
June 21, 2008 at 6:33 pm
Kalau mau lihat saldo bisa lihat di mana ya atw website apa ?
June 25, 2008 at 2:28 am
Pak Usman,
Sampai saat ini, Jamsostek BELUM mempunyai suatu website interaktif yg memungkinkan kita dapat mengakses data dan saldo JHT kita secara self-service.
Tapi, pihak jamsostek setiap awal tahun, akan memberikan slip yg memuat saldo dan berikut hasil pengembangan (investasi) dalam satu tahun terakhir. Slip akan dikirimkan ke alamat perusahaan tempat kita bekerja.
Pertanyaan yg mengelitik lainnya adalah:
Bagaimana, jika pada suatu waktu kita sedang tidak bekerja pada suatu perusahaan (jobless, atau kita jadi free lance dsb) sedangkan kita masih punya saldo jamsostek. Kemana dan bagaimana pihak Jamsostek akan mengirimkan slip saldo nya?
Tentu saja jawaban yg paling memungkinkan saat ini adalah memintakan slip jamsostek tersebut langsung ke kantor jamsostek terdekat.
Kurang praktis yah?Dimana kita bisa melihat bahwa kondisi tersebut diatas mungkin dialami oleh ribuan peserta jamsostek.
November 21, 2008 at 6:26 am
Dari sekian banyak permasalahan di jamsostek, saya kira sudah saatnya jamsostek diaudit. Saya yakin apabila ada yang bergerak untuk memeriksa, pengurus jamsostek akan kelabakan hahaha.. Saya memang tertawa tapi hati saya kecut karena perasaan saya campur aduk antara senang dan sedih. Sebenarnya sejauh mana program jamsostek berjalan. Apakah tidak ada penyelewengan didalamnya? tempatnya duit loh. Tapi kok membuat sistem yang online saja ga bisa? apa kurang dana? YA ENGGAK lah! Ada yang bilang belum perlu? hari gini? Ini berdasar perasaan curiga saja karena saya orang kecil yang hanya bisa perprasangka entah itu sangkaan baik maupun jelek. Tapi melihat dari “hari gini” jamsostek belum juga online dan transparan mengenai programnya. Saya kok yakin pasti kondisi seperti ini ada yang memanfaatkan untuk penyelewengan. Halo dimana KPK? sudah ada rencana memeriksa JAMSOSTEK?
Ada yang dari pihak Jamsostek disini berani memberi penjelasan?
Saya tunggu!
January 23, 2009 at 7:59 am
menurut saya, justru karyawan jamsostek nya yang kurang benar kerjanya, soalnya ada yang bisa kasih tahu datanya tapi banyak juga yang gak mau kasih tahu data saldo jht si pekerja…
kalau sistem sih kemungkinan besar seharusnya sudah baik…
tapi pegawainya ya masih mental orde baru gitu…tapi bedanya sekarang gak berani kayak dulu soal ini itu..
ngertilah….
February 3, 2009 at 2:42 pm
bicara tentang jht,jujur saya masih agak bingung perihal tsb,setelah saya baca lampiran dia atas
{sebetulnya JHT itu untuk kebutuhan di hari tua}tp apakah masih berlanjut jika saya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tempat saya bekerja dulu,saya telah bekerja 6 tahun dan masa resign saya baru 5 bulan,nah yang saya mau tanyakan?
1.dapatkah saya melihat jumlah dari jht saya tsb via e-mail atau webside yang menangani perihal tsb?
2. saya resign per tgl 20 sept 2008 apakah saya dapat mencairkan dana jht tgl 2 ke atas bulan maret 2009 {sesuai peraturan 5 thn 6 bln} ?
3.jika saya belum mencairkan jht tsb apakah jumlah jht saya akan terus bertambah !
bagaimana caranya?
sedangkan yang saya tau perusahaan dulu kan sudah tidak lagi memberikan masukan
4. apakah pencairan secara cash dapat di tunggu?
mohon bantuannya
terima kasih……
February 9, 2009 at 3:12 am
Saya mau nyoba daftar registrasi online kok ndak bisa yah?
March 5, 2009 at 3:56 am
Wah sama mas rony saya nyoba daftar registrasi online gak bisa juga…tuh…
Setelah saya terima rekening koran ko ya saldo awal dengan saldo akhirnya yang saya terima sebelumnya gak sama ya…
Wuiihhh gak saya aja lho…
April 1, 2009 at 9:17 am
Wah klo ngmongin JHT mah ga bkalan ada solusinya, ngomentarin JHT sama aja ngomentarin negara, ga bkalan kita di gubris, buat mereka tuh yang penting mereka untung, ga peduli klo kita yang di bawah merasa d rugikan, kebijakan yang aneh, udah tiap bulan kita diwajibkan bayar tp giliran kita udah abis kontrak, kenapa gak boleh langsung diambil, pdahal itu kan duit kita… dasar pemerintah kita tuh penganut hukum rimba
April 27, 2009 at 7:05 am
Pak, bagaimana jika kartu saya hilang…? Apakah kita masih bisa melihat saldo kita ? Atau apakah mungkin kita bisa dibuatkan kembali kartu nya, terima kasih
April 30, 2009 at 1:57 am
bos,, apa aja sich syarat-syaratnya untuk mencairkan dana jamsostek???
karena saya baru berkerja sekitar 2 tahunan, apakah bisa???
May 4, 2009 at 3:42 am
saya pernah bekerja disuatu perusahaan masa bekerja saya dari 17 mei 2004 sampai 18 agustus 2006 kapan jamsostek saya bisa diambil,apakah saldo saya akan bertambah jika tdk diambil,apa aja sich syarat-syarat untuk mencairkan dana jamsestak??? Kalau mau lihat saldo bisa lihat di mana ya atw website apa ?
mohon bantuannya
terima kasih……
May 22, 2009 at 1:57 am
saya mau tanya, kalau kita sakit di daerah lain apakah jamsostek bisa di gunakan untuk daerah tersebut
September 3, 2009 at 2:40 am
saya mau cek saldo jamsostek saya,tp saya udah gak aktif lagi sekitar 5 tahun. Sekarang di kalbar. Apa masih bisa?
September 15, 2009 at 3:20 am
saya mau tanya kalo mau liat saldo akhir jamsostek .bisa di lihat dari website apa?.makasih
September 15, 2009 at 10:35 pm
waduh haree gene ngecek saldo jamsostek belom juga online…..gimana mau maju, gimana gw bisa percayaa…..kayaknya ada apa-apanya ni….ayo jamsostek jawab dong ketidakpercayaan nasabahnya….!!!ojo meneng wae
October 5, 2009 at 1:53 pm
Sy punya pengalaman mau cairin JHT saya. Sy sdh bekerja 11 thn dan sdh keluar 2 thn yg lalu dari kantor tsb. Sy dtg ke jamsostek di daerah rawamangun…sdh tunggu kira2 3 jam baru dipanggil nmr antiran sy. stlh dicek ternyata nama sy dikartu (nm tengah sy disingkat) berbeda dgn nm yg ada di system mereka (nm tgh sy dipanjangkan) dan diinformasikan bahwa JHT sy dibuka di daerah setiabudi krn kantor lm sy didaerah cikini…
Krn ada perbedaan nama tsb sy disuruh urus kekantor lama atau dtg ke jamsostek daerah setiabudi…
Kesal rasanya…ktnya bisa dicairkan dimn saja koq malah sekarang hrs ke kantor pembuka….mohon advisenya dong… thx
October 16, 2009 at 6:19 am
Kepada Yth : bag.pelyanan kepesertaan jamsostek
di
tempat
selamat siang pak saya mau bertanya bagaimana cara mencairkan dana jaminan hari tua saya kepesertaan masa kerja dari thn 1989 s/d 1991 dari semenjak itu gak ikut karena
saya alih profesi ke dagang tapi sekarang kartu kpj saya hilang bagaimana caranya mohon petnjuknya terima kasih atas segala informasinya .
hormat saya
(maman_suherman)
alamat email (suhermanmaman98@yahoo.co.id)